Kail Pancing Menancap di Kepala, Remaja Wonogiri Minta Bantuan Damkar

Kail Pancing Menancap di Kepala, Remaja Wonogiri Minta Bantuan Damkar
Petugas Damkar mengevakuasi mata pancing yang tertancap di kepala seorang warga di Wonogiri, Senin (8/6/2026). (Istimewa)

Suaranusantara.media, WONOGIRI — Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Wonogiri kembali melakukan aksi penyelamatan yang tidak biasa. Petugas membantu mengevakuasi seorang remaja berinisial S, 15, warga Kecamatan Wonogiri, setelah dua mata pancing tersangkut dan menancap di bagian kepalanya, Senin (8/6/2026) sore.

Insiden tersebut terjadi saat korban tengah menyalurkan hobinya memancing ikan. Karena posisi kail menancap cukup dalam di area kepala, proses pelepasan harus melibatkan kolaborasi antara personel rescue Damkar dan tim medis rumah sakit.

Koordinator Lapangan Damkar Wonogiri, Sriyanto Kembo, menjelaskan laporan mengenai kejadian tersebut diterima petugas pada Senin sore. Menindaklanjuti laporan itu, enam personel Damkar langsung diterjunkan menuju lokasi menggunakan armada operasional roda dua.

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati korban dalam kondisi sadar. Namun, dua mata pancing masih menancap di kulit kepala sehingga berisiko menimbulkan cedera lebih serius apabila dilepaskan tanpa penanganan medis.

“Mengingat posisi kail yang sangat rawan memicu cedera saraf atau pendarahan tambahan, kami memutuskan memindahkan penanganan ke fasilitas kesehatan,” ujar Kembo kepada Espos, Selasa (9/6/2026).

Petugas Damkar kemudian membawa korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Di rumah sakit, proses pelepasan mata pancing dilakukan secara kolaboratif bersama dokter dan perawat menggunakan peralatan medis steril guna meminimalkan risiko infeksi maupun komplikasi lainnya.

Proses evakuasi berlangsung sekitar satu setengah jam. Berkat koordinasi yang baik antara tim penyelamat dan tenaga medis, dua mata pancing yang tertanam di kepala korban berhasil dipotong dan dikeluarkan secara utuh.

“Evakuasi berjalan lancar dan aman tanpa kendala berarti berkat koordinasi yang solid antara tim rescue di lapangan, pihak manajemen RSUD, serta pihak keluarga korban,” imbuh Kembo.

Setelah proses evakuasi selesai, kondisi korban dinyatakan stabil dan mendapat penanganan lanjutan dari tenaga medis.

Atas kejadian tersebut, Damkar Wonogiri mengimbau masyarakat, khususnya para penghobi memancing, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas. Penggunaan alat pelindung seperti topi maupun menjaga jarak aman saat melempar kail dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan serupa.

Menurut Kembo, insiden ini menjadi pengingat bahwa aktivitas memancing yang terlihat sederhana tetap memiliki potensi bahaya apabila tidak dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan.

Leave a Reply