Suaranusantara.media, WONOGIRI – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di wilayah Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jumat (18/9/2026) malam. Dalam kecelakaan tersebut, seorang pengendara meninggal dunia.
Kecelakaan itu melibatkan sepeda motor Yamaha Vixion berpelat nomor AD 3714-AZG yang dikendarai N, 27, dan Suzuki Smash berpelat nomor AD 2204 KH yang dikendarai ES, 40. Keduanya diketahui melaju dari arah yang sama sebelum kecelakaan terjadi.
Kapolres Wonogiri, AKBP Haris Munandar Hasyim, melalui Kasi Humas Polres Wonogiri, Iptu Ririn Indrawati menyampaikan kecelakaan bermula ketika kedua sepeda motor tersebut melaju dari arah timur, Ngadirojo, menuju ke arah barat, Wonogiri.
Saat itu, sepeda motor Suzuki Smash berada di depan. Sementara Yamaha Vixion melaju di belakangnya. Diduga karena kondisi jalan yang gelap dan pengendara Yamaha Vixion kurang berkonsentrasi, motor tersebut kemudian menabrak bagian belakang Suzuki Smash.
Benturan tersebut mengakibatkan pengendara Yamaha Vixion terpelanting ke sisi kiri jalan. Korban kemudian membentur sebuah pohon yang berada di luar badan jalan.
“Diduga karena kondisi jalan yang gelap dan pengendara Yamaha Vixion kurang konsentrasi, sepeda motor tersebut kemudian menabrak bagian belakang Suzuki Smash,” kata Iptu Ririn, Sabtu (19/9/2026).
Akibat kecelakaan tersebut, N mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan pertolongan medis. Korban kemudian dibawa ke IGD RS Hermina Wonogiri untuk menjalani perawatan.
Namun, meski telah mendapatkan penanganan medis, korban akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, pengendara Suzuki Smash, ES, mengalami luka ringan akibat kecelakaan tersebut.
Iptu Ririn mengatakan kecelakaan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mengabaikan keselamatan ketika berkendara. Pengendara sepeda motor diminta selalu menjaga konsentrasi, terlebih ketika berkendara pada malam hari.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pengguna sepeda motor, agar selalu berkonsentrasi dan berhati-hati saat berkendara,” tambahnya.
Menurut dia, kondisi kendaraan juga harus dipastikan dalam keadaan baik sebelum digunakan untuk perjalanan. Hal tersebut terutama berkaitan dengan sistem penerangan kendaraan ketika berkendara pada malam hari.
“Pada malam hari, pastikan kondisi kendaraan dan penerangan berfungsi dengan baik serta jaga jarak aman dengan kendaraan di depan,” kata dia.
Selain memastikan kondisi kendaraan, pengendara juga diminta memperhatikan kondisi fisik sebelum berangkat. Pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan apabila tubuh dalam kondisi tidak fit atau mengantuk.
Polisi, lanjut dia, juga mengingatkan pengendara agar mematuhi batas kecepatan serta selalu memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar jalan.
“Jangan memaksakan diri berkendara apabila kondisi tubuh tidak fit atau mengantuk. Patuhi batas kecepatan, jaga jarak, dan selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Keselamatan adalah hal yang utama,” imbuh Iptu Ririn.
Dia menambahkan kelengkapan berkendara juga tidak boleh diabaikan. Masyarakat diminta membawa surat-surat kendaraan yang diperlukan serta menggunakan perlengkapan keselamatan, terutama helm standar SNI.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan kendaraan di jalan raya. Pengendara diharapkan tidak hanya memperhatikan tujuan perjalanan, tetapi juga memastikan perjalanan dilakukan dengan aman.
“Terlebih pada malam hari, kondisi jalan yang gelap dapat mengurangi jarak pandang pengendara. Karena itu, konsentrasi, penerangan kendaraan, kecepatan, serta jarak aman dengan kendaraan lain perlu menjadi perhatian selama perjalanan,” pungkasnya.

Leave a Reply