Aktivitas Dibatasi, Pemulung TPA Putri Cempo Solo Dapat Bantuan Sembako

Aktivitas Dibatasi, Pemulung TPA Putri Cempo Solo Dapat Bantuan Sembako
Sejumlah pemulung menerima sembako di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Sabtu (19/9/2026). (Istimewa)

Suaranusantara.media, SOLO — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo menyalurkan bantuan berupa 200 paket sembako kepada masyarakat di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Sabtu (19/9/2026).

Bantuan ini secara khusus menyasar para pemulung yang tidak bisa beraktivitas memulung selama proses penataan di kawasan tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Solo, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan penyaluran bantuan logistik tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan langsung dari Wali Kota Solo, Respati Ardi.

Menurutnya langkah ini diambil sebagai wujud kepedulian dan intervensi jaring pengaman sosial dari pemerintah daerah terhadap masyarakat yang ruang gerak dan aktivitas ekonominya terbatasi selama masa transisi penanganan TPA Putri Cempo.

Ari memaparkan bantuan sembako tersebut diharapkan mampu menopang pemenuhan kebutuhan pokok warga untuk sementara waktu. 

Terlebih, saat ini masyarakat dan pemulung diminta untuk tidak mendekat ke area gunung sampah.

“Ini merupakan arahan dari Mas Wali [Respati Ardi] untuk memberikan bantuan kepada warga sekitar, khususnya para pemulung. Harapannya, bantuan ini bisa meringankan dan membantu kebutuhan mereka selama masa transisi,” kata Ari dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Bersamaan dengan distribusi sembako tersebut, pihaknya juga mengeluarkan imbauan agar masyarakat dan para pemulung menghentikan sementara seluruh aktivitas mencari rongsokan di kawasan TPA Putri Cempo.

Menurut Ari, kebijakan pembatasan aktivitas tersebut didasari oleh pertimbangan aspek keselamatan warga.

Pasalnya, ia mengatakan saat ini kondisi di kawasan TPA masih dalam proses penanganan serta penataan infrastruktur setelah kebakaran.

“Demi keselamatan bersama, kami mengimbau warga dan para pemulung untuk sementara tidak melakukan aktivitas di area TPA selama masa transisi. Ini untuk menjaga keselamatan masyarakat sampai kondisi di kawasan tersebut benar-benar dinyatakan aman,” tegasnya.

Mayoritas warga di ring satu TPA Putri Cempo diketahui menggantungkan aktivitas perekonomian harian mereka dari memilah sampah di kawasan tersebut.

Ari berharap 200 paket sembako ini bisa menjadi kompensasi sementara atas berhentinya mata pencaharian mereka.

Ke depannya, pihaknya perangkat daerah terkait akan terus melakukan penanganan dan pemantauan kondisi fisik kawasan TPA Putri Cempo secara berkala.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kooperatif bersinergi menjaga keselamatan dengan mematuhi imbauan petugas selama proses transisi dan penataan kawasan berlangsung.

Leave a Reply