Suaranusantara.media, KUDUS — Seorang pendaki Gunung Muria di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter di jalur pendakian Argopiloso, Kamis (15/5/2026). Korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami patah tulang kaki.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kudus, Any Wilianti, mengatakan korban diketahui bernama Jonathan, 20, warga Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.
Peristiwa itu bermula saat korban bersama dua rekannya melakukan pendakian tektok menuju puncak Argopiloso untuk melihat matahari terbit.
“Ketiganya berangkat dari rumah sekitar pukul 03.00 WIB menggunakan dua sepeda motor. Sesampainya di kawasan wisata Rejenu sekitar pukul 03.10 WIB, mereka langsung mendaki menuju puncak Argopiloso,” ujar Any di Kudus, Kamis.
Korban Jatuh di Jalur Tanjakan
Saat melintasi tanjakan di atas Pos IV, korban diduga mengalami kelelahan. Ketika melewati jalur akar pohon, korban kehilangan konsentrasi hingga terjatuh ke jurang.
Dua rekan korban, yakni Akbar Fachri Fachruddin dan Zaki, sempat memanggil korban dan masih mendapatkan respons dari dalam jurang.
Salah satu rekan korban kemudian turun menuju basecamp untuk melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar, perangkat desa, dan BPBD Kudus.
Mendapat laporan adanya insiden di jalur pendakian Gunung Muria, tim BPBD Kudus bersama tim gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi.
Dievakuasi dalam Kondisi Selamat
Sekitar pukul 10.00 WIB, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, korban mengalami patah tulang kaki akibat terjatuh ke jurang.
“Korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan selanjutnya dilakukan proses evakuasi oleh tim gabungan,” katanya.
Proses evakuasi melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya Basarnas Pos SAR Jepara, Satgas Destana Japan, Relawan Sedulur Dawe, TNI/Polri, Puskesmas Rejosari, FRPB Kudus, MDMC Kudus, SAR LPBI NU, GRI Unit Kudus, Badak Rescue, Mapala, relawan gabungan, serta warga sekitar.

Leave a Reply