Atap Bangunan SMA di Mondokan Sragen Runtuh, 6 Pekerja Luka

Atap Bangunan SMA di Mondokan Sragen Runtuh, 6 Pekerja Luka
Tim Inafis dan Polsek Mondokan melakukan olah kejadian perkara di lokasi atap ambruk di Desa Kedawung, Mondokan, Sragen, Sabtu (25/4/2026).(Istimewa/Polres Sragen)

Suaranusantara.media, SRAGEN — Atap bangunan sekolah menengah atas (SMA) yang masih dalam proses pembangunan di Dukuh Kaligunting, Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Sragen, runtuh pada Sabtu (25/4/2026) siang. Peristiwa tersebut mengakibatkan enam orang pekerja mengalami luka-luka.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Mondokan AKP Sukarno mengatakan bangunan sekolah tersebut merupakan milik yayasan swasta di wilayah Mondokan.

Ia menjelaskan atap bangunan yang menggunakan rangka baja ringan ambruk sekitar pukul 14.30 WIB dan kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Mondokan pada pukul 15.45 WIB.

Menurut Sukarno, laporan disampaikan oleh seorang guru setelah mengetahui kejadian tersebut menyebabkan sejumlah pekerja mengalami luka.

Adapun korban yang mengalami luka-luka yakni:

  • Suwanto, mengalami luka pada kedua kaki serta pelipis
  • M. Samsul Anwar, luka pada kaki kiri
  • Yosep Fernando, luka pada pelipis kanan
  • Piud Saputro, luka pada kepala kanan dan pelipis kiri depan
  • Muhamad Rodhi, luka pada pergelangan tangan kanan dan kiri serta dagu
  • Tarmuji, luka pada pipi kiri dan bagian belakang kepala bengkak

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, antara lain tiga usuk baja ringan, satu reng baja ringan, serta tiga genteng merek KIA.

Sukarno menjelaskan kejadian bermula saat delapan pekerja sedang melakukan pekerjaan perapian atau penyelesaian atap bangunan.

“Salah satu pekerja, Tarmuji, mendengar suara patahan dari rangka atap yang terbuat dari baja ringan. Tiba-tiba atap sepanjang sekitar 38 meter x 8 meter runtuh dan menimpa para pekerja,” jelasnya.

Para korban kemudian dievakuasi menggunakan tiga ambulans menuju Klinik Agra Medika Mondokan, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Gemolong.

Dari enam korban tersebut, empat orang dirujuk ke RSUD Dr. Moewardi Solo untuk menjalani perawatan intensif, sedangkan dua korban lainnya menjalani rawat jalan.

Setelah kejadian, Polsek Mondokan bersama Satuan Samapta Polres Sragen dan Tim Inafis Polres Sragen melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sukarno mengatakan kerugian material akibat kejadian tersebut masih dalam proses perhitungan.

Ia juga menjelaskan proses pembangunan gedung sekolah itu tidak melibatkan kontraktor. Bangunan sekolah tersebut memiliki dua lantai dengan ukuran sekitar 38 meter x 10,5 meter dan tinggi sekitar 10 meter, serta terdapat tiga ruang di lantai dua.

Hingga kini, penyebab pasti runtuhnya atap bangunan tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Leave a Reply