Suaranusantara.media, MADIUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, menyalurkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 350 anak balita di Pendapa Muda Graha, Kabupaten Madiun, Kamis (5/11/2026). Selain itu, ratusan kader Posyandu juga dihadirkan guna memperkuat kompetensi. Hal itu bertujuan untuk menekan angka prevalensi stunting.
Dihadiri ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin, Wakil Bupati Purnomo Hadi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga ratusan kader Posyandu, kegiatan tersebut didorong untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat agar prevalensi stunting bisa terus ditekan.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan bahwa angka stunting di Kabupaten Madiun saat ini tinggal 5,0 persen saja. Menurutnya, jumlah tersebut telah berada di bawah rata-rata provinsi Jawa Timur dan akan terus ditekan seiring berjalannya waktu.
Menurutnya, penanganan stunting harus melibatkan sinergi dan kolaborasi erat dari seluruh stakeholder terkait agar intervensi yang diberikan tepat sasaran. Dalam upaya tersebut, penanggulangan stunting tidak sekadar berfokus pada pemenuhan nutrisi atau makanan semata, tetapi juga edukasi sosial hingga perbaikan infrastruktur dasar.
“Dalam penanganan stunting ini kita memang harus berkolaborasi, tidak bisa berjalan sendiri. Seluruh stakeholder dan elemen kompeten harus bergerak bersama,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Hari Wur itu menjelaskan bahwa langkah awal yang paling penting dalam upaya penanganan stunting adalah validasi data. Ia memaparkan, pemetaan yang jelas menjadi kunci utama agar intervensi pemerintah tidak salah sasaran.
Untuk itu, ia menginstruksikan para camat, kepala dinas, kepala puskesmas, kepala desa, hingga para kader Posyandu untuk turun tangan langsung mengawal penanganan di lapangan.
“Agar punya data yang jelas, kita mengandalkan kegiatan ‘Bulan Timbang’ yang rutin kita laksanakan, seperti pada bulan Februari lalu dan hari ini. Melalui pendataan ini, kondisi anak-anak kita mulai dari bayi hingga usia balita tercatat secara detail sehingga penanganannya tidak salah sasaran,” jelasnya.
Meski angka prevalensi stunting lebih rendah dibanding rata-rata provinsi, Hari menyatakan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas para kader Posyandu, termasuk melengkapi sarana dan prasarana pendukung di lapangan agar para kader semakin termotivasi dalam menjalankan tugas kemanusiaannya.
“Harapan ke depan, kapasitas kader kita tingkatkan, termasuk sarana dan prasarana penunjangnya akan kita lengkapi supaya mereka lebih semangat lagi,” pungkasnya. (NA)

Leave a Reply