Suaranusantara.media, SOLO – Sebanyak 180 peserta dari Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jawa Tengah mengikuti Workshop Tata Kelola Klaim JKN Terintegrasi bertema “From Service to Sustainability: Menjaga Mutu Pelayanan, Kepatuhan, dan Keberlanjutan Finansial Rumah Sakit” yang diselenggarakan oleh Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah pada 22–23 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara daring pada hari pertama dan luring pada Jumat (23/10/2026) di Aula RS PKU Muhammadiyah Surakarta ini bertujuan memperkuat tata kelola klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar pelayanan rumah sakit tetap bermutu, patuh terhadap regulasi, dan berkelanjutan secara finansial.
Ketua MPKU PWM Jawa Tengah, dr. Bugar Wijiseno, membuka kegiatan hari kedua. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola klaim JKN sebagai bagian dari upaya menjaga mutu pelayanan, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, dan keberlanjutan finansial rumah sakit.
Pengelolaan klaim JKN tidak hanya berkaitan dengan proses administrasi, tetapi juga membutuhkan keterpaduan antara kebijakan manajemen dan pelaksanaan pelayanan klinis. Karena itu, setiap tahapan perlu berjalan secara terkoordinasi, mulai dari pelayanan pasien, kelengkapan dokumentasi medis, pengodean, verifikasi, hingga pengajuan klaim.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Arief Budiman, M.Si.Med, Sp.B-ET., M.H., M.A.R.S, M.B.A., FINACS, FISQua, dalam sambutan selamat datang menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bermanfaat untuk memperkuat pemahaman dan kolaborasi lintas unit dalam pengelolaan klaim JKN di rumah sakit.
Tata kelola klaim yang baik memerlukan pemahaman terhadap regulasi sekaligus kerja sama seluruh unsur pelayanan. Kesesuaian antara kondisi klinis pasien, dokumentasi pelayanan, dan administrasi klaim menjadi bagian penting untuk meminimalkan kendala dalam proses pengajuan klaim. Dengan demikian, rumah sakit dapat menjaga kualitas pelayanan sekaligus mendukung keberlanjutan operasionalnya.
Pada hari kedua, peserta mengikuti empat sesi utama yang membahas tata kelola klaim JKN dari aspek kepemimpinan, proses operasional, perjalanan pelayanan pasien, hingga dokumentasi klinis.
Sesi pertama, “Leading the Claim Governance: Dari Kebijakan Direksi menuju Tata Kelola JKN yang Akuntabel, Adaptif, dan Berkelanjutan”, disampaikan oleh Dr. dr. Anita Widi Hastuti, Sp.THT-BKL, M.H., M.A.R.S., FRSPH., FISQua, dengan moderator Dwi Handoyo, S.Kep., Ns., M.M. Sesi ini membahas peran kebijakan dan kepemimpinan direksi dalam membangun tata kelola klaim yang akuntabel dan berkelanjutan.
Sesi kedua, “Building the Claim Operating System : Orkestrasi Proses, Data, dan Tindak Lanjut untuk Klaim JKN yang Tepat, Cepat, dan Terkendali”, disampaikan oleh Solikhah Prihartini, AMK, dengan moderator Eko Madyo Sutanto, S.E., M.Si. Pembahasan berfokus pada keterpaduan proses kerja, pengelolaan data, dan tindak lanjut untuk mendukung efektivitas pengelolaan klaim.
Sesi ketiga, “Managing the Patient Journey: Peran Case Manager Mengintegrasikan Mutu, Utilisasi, dan Kendali Biaya sejak Awal Pelayanan”, disampaikan oleh Yuli Susilowati, S.Kep., M.H., dengan moderator Betty Andriani, S.Sos., M.I.Kom., M.A.R.S. Materi ini menyoroti peran case manager dalam mengintegrasikan kebutuhan klinis pasien, pemanfaatan sumber daya, mutu pelayanan, dan kendali biaya sejak awal perjalanan pelayanan pasien.
Yuli Susilowati menekankan bahwa pengelolaan patient journey membutuhkan kolaborasi seluruh profesi dan unit kerja di rumah sakit. Kolaborasi tersebut berperan dalam mendukung mutu pelayanan dan keselamatan pasien, meningkatkan pengalaman pasien, mengoptimalkan utilisasi layanan, serta menjaga agar biaya pelayanan lebih terkendali.
Sesi keempat, “From Clinical Story to Clean Claim: Penguatan Dokumentasi, Coding, Verifikasi, dan Analitik untuk Klaim JKN Berkualitas”, disampaikan oleh Luhur Galuh Saputra, A.Md.RMIK., dengan moderator dr. Rheny Haryanti, M.A.R.S. Sesi ini membahas pentingnya dokumentasi klinis yang lengkap dan akurat, ketepatan pengodean, serta proses verifikasi dan analisis untuk mendukung kualitas klaim JKN.
Rangkaian materi tersebut menegaskan bahwa tata kelola klaim JKN bukan semata-mata tanggung jawab bagian casemix atau administrasi, melainkan membutuhkan sinergi seluruh unsur rumah sakit, mulai dari direksi, dokter, tenaga kesehatan, case manager, petugas rekam medis dan koder, verifikator, hingga bagian keuangan.
Melalui workshop ini, penguatan koordinasi lintas unit, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, evaluasi berkala, dan perbaikan berkelanjutan diharapkan dapat diterapkan di rumah sakit masing-masing.
Dengan tata kelola klaim yang terintegrasi, Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah di Jawa Tengah diharapkan semakin mampu menjaga keseimbangan antara mutu pelayanan, kepatuhan terhadap ketentuan JKN, dan keberlanjutan finansial, sehingga dapat terus memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan berkesinambungan. (NA)

Leave a Reply