Suaranusantara.media, WONOGIRI – Gudang penyimpanan peralatan rumah tangga milik S, warga Sawahan RT 001/RW 008, Desa Sedayu, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, terbakar pada Senin (24/8/2026) petang. Kebakaran tersebut dipicu percikan api tungku tradisional yang menyambar kasur bekas akibat terpaan angin kencang.
Insiden bermula sekitar pukul 17.00 WIB saat pemilik rumah, S, sedang merebus air menggunakan tungku batu bata di dekat bekas kandang sapi yang difungsikan sebagai gudang. Namun kobaran api tersebut tidak dipantau oleh S.
Ditambah kondisi cuaca yang berangin kencang membuat percikan api melayang dan jatuh tepat di atas kasur busa yang sudah tidak terpakai di gudang. Api pun dengan cepat membesar dan membakar, melahap area gudang yang terbuat dari kayu dan seng, serta berisi perlengkapan yang mudah terbakar.
Koordinator Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Kabupaten Wonogiri, Sriyanto Kembo, mengonfirmasi adanya peristiwa kebakaran tersebut. Ia menerima laporan darurat dari relawan PRABU Pracimantoro sekitar pukul 17.18 WIB.
“Laporan masuk dari relawan PRABU Pracimantoro sekitar pukul 17.18 WIB. Personel dari Pos Damkar Baturetno langsung bergerak cepat meluncur ke lokasi untuk merespons kejadian berkode 65 tersebut, dibantu armada tambahan satu unit dari Mako Utama Damkar Wonogiri,” kata Sriyanto kepada Espos, Selasa (25/8/2026) pagi.
Kewaspadaan Warga
Sriyanto menjelaskan saat tim Damkar Baturetno tiba di lokasi pada pukul 17.45 WIB, kobaran api utama sebenarnya sudah berhasil dipadamkan berkat warga setempat bersama jajaran anggota Koramil dan Polsek Pracimantoro. Warga memanfaatkan ketersediaan air dari tempat usaha pencucian mobil yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.
“Kesiapsiagaan warga, Koramil, dan Polsek Pracimantoro sangat luar biasa. Mereka bergotong royong menjinakkan api awal menggunakan air dari tempat pencucian mobil terdekat. Petugas pemadam kemudian langsung melakukan size up serta pendinginan atau cooling operations menyeluruh,” tambahnya.
Tidak ada korban jiwa atau luka dari kejadian itu. Hanya kerugian material berupa hangusnya gudang yang dialami oleh korban. Adapun proses pendinginan yang melibatkan empat personel Damkar berlangsung hingga pukul 18.38 WIB.
Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak ada sisa bara api tersembunyi (hidden fire) yang berpotensi memicu api berkobar lagi. Setelah area dipastikan aman dan berstatus “hijau” atau aman, seluruh personel beserta armada ditarik kembali ke pos.
Lebih lanjut, Sriyanto mengimbau warga Wonogiri untuk selalu tingkatkan kewaspadaan saat menggunakan api terbuka atau tungku tradisional, terutama di musim berangin. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan tungku dalam keadaan menyala tanpa pengawasan, serta menjauhkan bahan-bahan mudah terbakar dari sumber api,” jelasnya.

Leave a Reply