Suaranusantara.media, KARANGANYAR — Rumah milik Sunar, 55, warga Dusun Blumbang Kidul RT 004/RW 003, Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, ludes terbakar saat ditinggal menghadiri arisan keluarga di Kecamatan Ngargoyoso, Minggu (2/8/2026).
Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, kebakaran terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Seorang saksi melihat kobaran api muncul dari dalam rumah yang saat itu dalam keadaan kosong karena ditinggal pemiliknya menghadiri arisan keluarga.
Warga kemudian berupaya memadamkan api secara manual. Namun, kobaran api terus membesar sehingga salah seorang warga melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Karanganyar yang kemudian diteruskan ke Polsek Tawangmangu.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Danang Kusuma Wardana, mengatakan pihaknya menerima laporan pada pukul 15.12 WIB dan langsung mengerahkan tiga unit mobil pemadam menuju lokasi.
“Api diduga berasal dari korsleting listrik. Kobaran api cepat membesar karena di dalam bangunan terdapat berbagai peralatan dan tempat servis alat rumah tangga yang mudah terbakar,” kata Danang kepada Espos.
Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Danang menjelaskan petugas membutuhkan waktu sekitar 55 menit untuk mencapai lokasi. Setelah berjibaku bersama warga dan unsur terkait, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.10 WIB, kemudian dilanjutkan proses pendinginan hingga pukul 16.30 WIB guna memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Dalam proses pemadaman, Damkar Karanganyar mengerahkan tiga unit armada. Penanganan juga melibatkan personel BPBD Kabupaten Karanganyar, Polsek Tawangmangu, Koramil Tawangmangu, PLN, relawan, serta warga sekitar.
Camat Tawangmangu, Eko Joko Widodo, mengatakan Sunar sehari-hari bekerja sebagai tukang servis berbagai peralatan rumah tangga. Di dalam rumah tersebut juga tersimpan berbagai peralatan dan perlengkapan servis sehingga api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan beserta isinya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena rumah dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Setelah kejadian ini, Pak Sunar dan keluarganya untuk sementara tinggal di rumah saudaranya yang lokasinya masih berdekatan dengan rumah yang terbakar,” ujar Eko.
Eko juga mengapresiasi respons cepat seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran sehingga api tidak sempat merembet ke rumah warga di sekitarnya.
“Respons cepat dari Damkar, BPBD, TNI, Polri, PLN, relawan, dan masyarakat menjadi kunci sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke permukiman lain,” katanya.
Akibat kebakaran tersebut, bangunan rumah beserta sebagian besar perabot dan peralatan servis milik korban hangus terbakar. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, sementara penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Leave a Reply