Cegah Karhutla, Siswa di Juwangi Boyolali Belajar Padamkan Kebakaran Hutan

Cegah Karhutla, Siswa di Juwangi Boyolali Belajar Padamkan Kebakaran Hutan
Siswa MI Al Hidayah Kalitlawah, Ngaren, Juwangi, Boyolali saat mencoba simulasi memadamkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah setempat, Sabtu (1/8/2026). (Istimewa/MI Al Hidayah)

Suaranusantara.media, BOYOLALI — Musim kemarau yang mulai melanda dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, puluhan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Hidayah mengikuti simulasi pemadaman kebakaran hutan sekaligus edukasi pelestarian lingkungan.

Kegiatan tersebut digelar di petak 160a Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bodeh, BKPH Kedungcumpleng, KPH Telawa, Sabtu (1/8/2026). Kecamatan Juwangi dipilih karena menjadi salah satu wilayah di Boyolali yang memiliki kawasan hutan cukup luas.

Kepala BKPH Kedungcumpleng, Giyatno, mengatakan edukasi kepada siswa penting dilakukan agar generasi muda memiliki kepedulian terhadap kelestarian hutan sejak dini.

“Jadi anak harus tahu pentingnya hutan, sehingga memang mereka perlu tahu cara melindungi hutan. Agenda simulasi pemadaman kebakaran hutan juga telah rutin dilaksanakan,” katanya, Minggu (2/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mempraktikkan cara memadamkan api menggunakan peralatan sederhana berupa ranting berdaun. Mereka juga diajarkan teknik memukul titik api dengan memperhatikan arah angin agar api tidak semakin membesar.

Selain itu, siswa mendapat pemahaman mengenai langkah yang harus dilakukan apabila kebakaran tidak dapat dikendalikan, yakni segera melaporkannya kepada instansi terkait.

Tak hanya simulasi pemadaman, peserta juga dikenalkan pentingnya menanam dan merawat pohon sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian hutan.

“Ini kan musim kemarau, sehingga kami mengedukasi dan membuat simulasi cara memadamkan api di hutan. Saat musim tanam nanti, siswa juga akan kami ajak untuk menanam jati,” ujar Giyatno.

Guru MI Al Hidayah, Joko Susilo, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi semacam ini relevan karena sebagian besar siswanya tinggal di wilayah yang berdekatan dengan kawasan hutan jati.

“Saya nilai hal ini penting karena Juwangi banyak daerah yang masih berupa hutan. Masyarakat yang hidup berdampingan dengan hutan harus paham cara berinteraksi dengan hutan, termasuk mencegah kebakaran hutan dan lahan dan melestarikan pohon,” katanya.

Salah seorang siswa, Indah, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh pengalaman baru bersama teman-temannya.

“Dengan kegiatan ini jadi paham cara memadamkan kebakaran di hutan, dan dilaksanakan bersama teman-teman, jadi senang dan seru. Edukasinya seperti bermain dan jadi sadar pentingnya menjaga hutan,” ujarnya.

Leave a Reply