Lima Siswa Masih Dirawat Usai Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang

Lima Siswa Masih Dirawat Usai Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang
Dua siswa SMKN 6 Kota Semarang saat dirawat di tempat fasilitas kesehatan usai diduga keracunan MBG. (Dok. Humas Pemkot Semarang)

Suaranusantara.media, SEMARANG — Kondisi siswa SMKN 6 Semarang yang mengalami dugaan keracunan usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikabarkan terus membaik. Namun masih ada lima siswa masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan milik Pemkot Semarang pada Sabtu (1/8/2026). 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, mengatakan insiden dugaan keracunan tersebut menyebabkan sembilan siswa harus dilarikan dan mendapatkan perawatan di puskesmas maupun rumah sakit.

Dari jumlah itu, empat siswa telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik. Sementara lima siswa lainnya masih menjalani perawatan dan pemantauan medis dengan kondisi yang terus berangsur membaik.

Hakam menyebut bahwa lima siswa yang masih menjalani perawatan medis tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan. Dua siswa di antaranya dirawat di Puskesmas Bangetayu.

“Tiga siswa lainnya yang dirawat di RS KRMT Wongsonegoro ada dua orang dan satunya di rawat di RS Bhakti wiratamtama. Mereka masih dalam kondisi perbaikan,” ujar Hakam saat dihubungi Espos Sabtu siang. 

Berdasarkan laporan surveilans pasif petugas medis di SMKN 6 Semarang, tidak ada tambahan baru siswa maupun guru yang mengalami keluhan atau gejala keracunan.

Diketahui dari catatan Dinkes, sebanyak 707 orang yang terdiri atas 693 siswa dan 14 guru mengeluhkan gejala keracunan usai menyantap menu MBG. Dari jumlah tersebut, sekitar 698 orang mendapatkan penanganan langsung di lokasi, sedangkan sembilan orang harus dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan. 

Peristiwa dugaan keracunan usai menyantap MBG di SMKN 6 Semarang terjadi pada Jumat (31/7/2026). Dinkes Kota Semarang juga telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab keracunan pada MBG tersebut. 

“Hasil uji laboratorium keluar sekitar tiga minggu,” papar Hakam. 

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan investigasi menyeluruh terus dilakukan terkait dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa dan guru SMKN 6 Semarang usai menyantap menu MBG.

BGN bahkan telah mengambil sikap tegas dengan menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi yang menyalurkan MBG ke SMKN 6 Semarang. Keputusan ini juga guns memastikan keamanan para penerima manfaat program MBG selama proses investigasi berlangsung.

“Karena bagi kami di BGN, keselamatan penerima manfaat menjadi yang utama dan prioritas. Oleh karena itu, dapur SPPG Karangturi kami suspend sementara selama proses investigasi berlangsung,” tandas Koordinator Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang, Hadi Riajaya. 

Leave a Reply