Sekolah Gratis di Klaten Makin Diminati, Fasilitas AC dan Wifi Jadi Daya Tarik

Sekolah Gratis di Klaten Makin Diminati, Fasilitas AC dan Wifi Jadi Daya Tarik
Siswa SMK Batur Jaya 1 Ceper praktik di salah satu bengkel SMK Batur Jaya 1 Ceper Klaten, Kamis (25/6/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)

Suaranusantara.media, KLATEN — Program kemitraan antara SMA/SMK swasta dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) untuk menyediakan sekolah gratis semakin diminati masyarakat. Selain membebaskan biaya pendidikan hingga lulus, sejumlah sekolah juga menawarkan fasilitas belajar yang nyaman, mulai dari ruang kelas berpendingin udara (AC) hingga akses wifi.

Program sekolah gratis melalui jalur afirmasi tersebut telah berjalan selama dua tahun terakhir. Salah satu sekolah yang mengikuti program ini adalah SMK Batur Jaya 1 Ceper, Kabupaten Klaten.

Pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027, sekolah itu menyediakan kuota satu rombongan belajar (rombel) atau 36 siswa melalui jalur afirmasi. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang kuotanya belum terpenuhi hingga penutupan pendaftaran, tahun ini seluruh kuota berhasil terisi.

Ketua Panitia SPMB SMK Batur Jaya 1 Ceper, Puri Sertyana, mengatakan peningkatan minat tidak hanya datang dari Kecamatan Ceper, tetapi juga dari Bayat, Cawas, hingga Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo.

Menurut dia, selain pilihan jurusan yang tersedia, lokasi sekolah yang strategis menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah pendaftar. SMK Batur Jaya 1 Ceper berada di pusat Kecamatan Ceper dan relatif jauh dari SMA maupun SMK negeri.

Program kemitraan tersebut dinilai efektif memperluas akses pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu di wilayah Ceper dan sekitarnya.

Terkait persyaratan, Puri menjelaskan calon peserta didik harus masuk dalam desil Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai ketentuan SPMB SMA/SMK.

“Dan semua by sistem dari provinsi. Dari hasil yang masuk ke kami, yang diterima di sekolah kami [dari jalur afirmasi SPMB] rata-rata berada di desil 1 dan 2,” jelas Puri saat ditemui Espos di SMK Batur Jaya 1 Ceper, Kamis (25/6/2026).

SMK Batur Jaya 1 Ceper membuka tiga kompetensi keahlian pada jalur afirmasi, yakni permesinan, pengecoran logam, dan teknik komputer jaringan.

Tanpa Perbedaan dengan Siswa Reguler

Puri memastikan seluruh siswa yang diterima melalui jalur afirmasi memperoleh pendidikan gratis hingga lulus. Mereka juga mendapatkan hak dan perlakuan yang sama seperti siswa jalur reguler.

“Prinsipnya semua mendapatkan hak yang sama. Bahkan, kami jadikan satu antara siswa dari jalur afirmasi dan reguler. Jadi mereka sama,” jelas Puri.

Dia berharap program kemitraan sekolah gratis dapat terus berlanjut dengan penambahan kuota penerimaan di sekolahnya.

“Kalau memungkinkan, ada tambahan kuota di sekolah kami. Karena ini sangat membantu dan dibutuhkan masyarakat khususnya di sekitar sekolah kami,” jelas Puri.

Program serupa juga dijalankan SMA Muhammadiyah 2 Delanggu. Sekolah yang berada di Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, itu telah dua tahun membuka jalur afirmasi melalui kemitraan dengan Pemprov Jateng.

Pada SPMB 2026/2027, sekolah tersebut menyediakan satu rombel atau 36 kursi. Hingga penutupan pendaftaran, kuota terisi sekitar 30 persen.

Salah satu panitia SPMB SMA Muhammadiyah 2 Delanggu, Devika, mengatakan minat masyarakat tahun ini meningkat meski sebagian besar calon peserta didik di wilayah Delanggu masih cenderung memilih SMK.

“Untuk peminatnya lebih banyak tahun ini. Kebetulan kalau masyarakat [yang memenuhi syarat mendaftar melalui jalur afirmasi] di daerah Delanggu ini cenderung memilih ke SMK,” kata Devika.

Devika menegaskan siswa jalur afirmasi tidak dipungut biaya pendidikan selama tiga tahun dan memperoleh hak yang sama dengan siswa reguler.

“Kalau di sekolah Muhammadiyah, kami ada ciri khusus ada pendidikan Al Islam. Ada bahasa Arab serta ke-Muhammadiyahan,” jelas Devika.

Selain menawarkan pendidikan gratis, SMA Muhammadiyah 2 Delanggu juga didukung fasilitas belajar yang memadai. Sejumlah ruang kelas telah dilengkapi pendingin ruangan (AC), TV edukasi, serta akses wifi.

Berdasarkan pantauan Espos, ruang kelas tampak nyaman dengan dekorasi hasil kreasi siswa dan dilengkapi pengharum ruangan sehingga mendukung suasana belajar yang lebih kondusif.

Leave a Reply