Suaranusantara.media, SEMARANG — Pelataran BINUS University @Semarang disulap menjadi ruang pamer inovasi teknologi melalui gelaran miniatur Smart Industrial Engineering pada Selasa (9/6/2026). Pameran ini menampilkan berbagai solusi berbasis teknologi yang dirancang untuk menjawab persoalan masyarakat urban di perkotaan.
Di antara deretan karya yang dipamerkan, miniatur saluran irigasi bertingkat berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mencuri perhatian. Inovasi tersebut menawarkan konsep alternatif pengendalian banjir dengan mengurangi penumpukan debit air di hilir sungai yang masih menjadi persoalan di Kota Semarang.
Perwakilan Tim Kelompok AMP 05 BB 97, Medina, menjelaskan sistem yang mereka kembangkan meniru prinsip terasering dalam menahan aliran air secara bertahap. Namun, konsep tersebut diterapkan melalui mekanisme pintu air otomatis yang bekerja berdasarkan tinggi muka air.
“Konsep kami untuk mencegah banjir akibat penumpukan di hilir sungai. Kalau dibayangkan seperti terasering, air itu ditahan bertahap. Di sini juga sama, tapi menggunakan pintu otomatis,” ucap Medina saat ditemui Espos.
Ia menjelaskan pintu air dalam sistem tersebut tidak akan terbuka saat kondisi air masih rendah. Namun, ketika debit air meningkat hingga melewati ambang tertentu, pintu akan terbuka secara bertahap untuk mengatur aliran menuju hilir.
Medina menuturkan karya tersebut berangkat dari keresahan atas banjir yang masih kerap terjadi di Kota Semarang. Menurut dia, berbagai upaya penanganan yang ada belum sepenuhnya menjawab persoalan tersebut.
“Di Semarang kan masih sering banjir. Untuk penanganan yang kami lihat mengandalkan pompa. Kami mencoba menawarkan konsep yang lebih permanen dengan mengatur aliran air,” ungkapnya.
Cara Kerja Irigasi Berbasis AI
Anggota tim lainnya, Kevin, menjelaskan sistem tersebut dilengkapi sensor ultrasonik yang terhubung dengan teknologi Internet of Things (IoT). Sensor berfungsi mendeteksi ketinggian air secara real time, kemudian mengirimkan perintah otomatis untuk membuka atau menutup pintu air.
“Sensor akan membaca ketinggian air. Kalau sudah mencapai batas tertentu, sistem akan memberi perintah ke gerbang untuk membuka agar air bisa dialirkan dan tidak meluap,” jelas Kevin.
Pameran inovasi teknologi tersebut menampilkan 10 karya mahasiswa semester IV Program Studi Smart Industrial Engineering. Setiap kelompok menghadirkan diorama interaktif sebagai representasi solusi bagi kebutuhan industri dan perkotaan modern.
Ketua Program Studi Smart Industrial Engineering BINUS University Semarang, Taufik, mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari mata kuliah Additive and Manufacturing Process yang menekankan pembelajaran berbasis proyek.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dituntut menghasilkan solusi nyata melalui pemanfaatan IoT, AI, dan teknologi manufaktur modern. Harapannya, prototipe ini dapat berkembang menjadi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat,” papar Taufik.
Dia menjelaskan pameran karya mahasiswa itu menampilkan beragam inovasi seperti Smart Parking System, Smart Greenhouse, Smart Irrigation, Smart Logistics, hingga Smart Warehouse yang seluruhnya dibuat dengan teknologi 3D printing selama hampir satu semester.
“Mahasiswa mampu merancang sistem kontrol pengendalian berbasis smart IoT, mulai dari membuat, mendesain, hingga sistem itu berjalan sesuai harapan. Termasuk aspek estetika dan visual desainnya yang berbeda dengan DKV karena berbasis engineering,” tandasnya.

Leave a Reply