Suaranusantara.media, SOLO — Persis Solo resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Milomir Seslija atau Coach Milo dan asisten pelatih Milos Durovic. Keputusan itu diambil setelah Laskar Sambernyawa terdegradasi ke Liga 2 musim depan.
Direktur Persis Solo, Ginda Ferachtriawan, mengatakan langkah tersebut merupakan konsekuensi dari regulasi kompetisi Liga 2 yang tidak memperbolehkan klub menggunakan pelatih asing.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pelatih Milo dan asistennya, Milos, atas kerja keras dan kerja sama yang terjalin baik selama ini. Namun, untuk kompetisi berikutnya di Liga 2, aturan menyatakan tidak boleh ada pelatih asing. Jadi mau tidak mau, hubungan kerja sama ini harus kami akhiri,” kata Ginda saat diwawancarai awak media pada Selasa (9/6/2026).
Menurut Ginda, kontrak Coach Milo sejak awal memang hanya berlaku hingga berakhirnya kompetisi musim lalu. Karena itu, manajemen kini bergerak cepat mencari pelatih baru untuk mempersiapkan tim menghadapi Liga 2 sekaligus mewujudkan target promosi.
Menanggapi rumor yang beredar di kalangan suporter terkait sejumlah nama pelatih lokal, termasuk Aji Santoso, Ginda mengungkapkan manajemen saat ini masih menjalin komunikasi dengan banyak pihak. Proses tersebut tidak hanya menyangkut posisi pelatih kepala, tetapi juga asisten pelatih dan pemain baru.
Persis Solo Andalkan Data untuk Susun Tim
Meski sejumlah pesaing telah bergerak lebih awal dalam membentuk skuad, Ginda menegaskan Persis Solo tidak merasa tertinggal. Manajemen mengandalkan divisi scouting dan analisis untuk menentukan setiap keputusan perekrutan.
“Kami tidak ada kendala. Justru saat ini kami menerima banyak sekali masukan. Di Persis Solo, kami memiliki divisi scouting dan analisis yang kuat. Kami ingin setiap keputusan rekrutmen, baik pelatih maupun pemain, didasarkan pada data yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan. Kalau dulu istilahnya ada istilah ‘pemain bawaan siapa’, kalau sekarang pembawa utamanya adalah data,” jelasnya.
Ginda meminta suporter bersabar karena proses komunikasi dan negosiasi masih berlangsung. Ia mengakui sejumlah pemain yang menjadi target Persis Solo masih memprioritaskan bermain di Liga 1 atau mengejar peluang memperkuat Timnas Indonesia.
“Semua masih dalam tahap komunikasi dan belum ada yang fix. Kami butuh waktu karena setiap pemain punya fokus dan pertimbangan masing-masing. Namun yang jelas, niat awal manajemen adalah membangun fondasi tim yang kuat bersama seluruh stakeholder dan suporter agar Persis Solo hanya numpang lewat satu musim saja di Liga 2, lalu segera kembali ke Liga 1,” jelas Ginda.
Nasib Pemain Asing
Selain mencari pelatih baru, manajemen juga masih mengkaji masa depan sejumlah pemain asing yang masih terikat kontrak, seperti Sho Yamamoto, Kodai Tanaka, dan Cleyton. Ketiga pemain tersebut sudah tidak membela Persis Solo sejak pertengahan musim lalu setelah dipinjamkan ke klub lain. Sho Yamamoto dipinjamkan ke Bhayangkara FC, Kodai Tanaka ke Dewa United, sedangkan Cleyton ke Borneo FC.
Meski demikian, ketiganya masih berstatus sebagai pemain Persis Solo. Sementara itu, regulasi kuota pemain asing di Liga 2 menjadi salah satu pertimbangan utama manajemen sebelum mengambil keputusan terkait masa depan mereka.
Ginda menegaskan komposisi tim musim depan akan dibahas bersama pelatih baru agar sesuai dengan kebutuhan teknis dan filosofi permainan yang ingin diterapkan.
“Untuk timnya sendiri nanti kita komunikasikan dengan pelatih yang baru bagaimana yang terbaik untuk semuanya,” tutupnya.

Leave a Reply