Suaranusantara.media, SOLO – Mahasiswa Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) bersama ibu PKK di Kelurahan Gulon, Kecamatan Jebres, Solo, Minggu (3/5/2026).
Ketua Kelompok Hibah MBKM, Ainatuz, dalam rilis yang diterima Espos, Rabu (6/5/2026), mengatakan kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih bermanfaat, sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Di tengah meningkatnya aktivitas rumah tangga, limbah organik seperti sisa sayur dan buah menjadi persoalan yang sering diabaikan.
Sebagian besar limbah tersebut masih dibuang begitu saja tanpa pengolahan, sehingga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan mencemari lingkungan sekitar. Kondisi ini mendorong mahasiswa untuk menghadirkan solusi yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.
Pupuk Organik
Melalui kegiatan ini, kata Ainatuz, mahasiswa mengajak warga untuk mengubah limbah organik menjadi pupuk organik cair yang memiliki nilai guna bagi tanaman. Proses pembuatannya cukup sederhana, yakni melalui fermentasi bahan organik dengan tambahan EM4 dan tetes yang dicampur air dalam tong komposter selama jangka waktu tertentu hingga menghasilkan cairan yang siap digunakan sebagai pupuk.
Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna RT 05 RW XX Kelurahan Gulon Jebres ini diikuti ibu PKK. Mereka terlihat antusias sejak awal hingga akhir kegiatan. Program ini dikemas dalam bentuk sosialisasi, dilanjutkan dengan praktik. Peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga diharapkan mampu mempraktikkan secara mandiri di rumah.
Ketua PKK RW 05 Gulon Jebres, Endang, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa itu. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya karena para mahasiswa telah memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada mahasiswa yang sudah mengajari ibu-ibu membuat POC. Semoga ilmu yang diberikan ini bisa membantu masyarakat dalam mengurangi limbah rumah tangga,” ujarnya.
Bank Sampah
Senada dengan itu, Ketua bank sampah setempat, Susi, juga menyampaikan pelatihan ini memberikan manfaat yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pengolahan limbah menjadi pupuk organik cair merupakan solusi yang sederhana namun berdampak besar.
“Pupuk POC ini sangat bermanfaat untuk mengurangi sampah-sampah limbah rumah tangga, kemudian hasilnya bisa dimanfaatkan kembali menjadi pupuk untuk tanaman,” jelasnya.
Lebih lanjut Ainatuz menjelaskan program ini tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk cair dapat membantu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia serta menjaga kesuburan tanah secara alami.
Limbah Rumah Tangga
Selain itu, dari sisi ekonomi, pembuatan pupuk organik cair dapat menekan pengeluaran rumah tangga, terutama bagi warga yang memiliki tanaman di pekarangan. Dengan bahan yang mudah diperoleh dan proses yang sederhana, masyarakat dapat memproduksi pupuk sendiri tanpa biaya besar.
Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK Gulon Jebres diajak untuk melihat limbah rumah tangga dari sudut pandang yang berbeda. Apa yang selama ini dianggap tidak berguna, ternyata dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Leave a Reply