Suaranusantara.media, SEMARANG – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah (Jateng), buka suara ihwal seorang bocah kelas 2 SD berinisial A yang meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita, Kota Semarang, Senin (12/5/2026). Pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh pascakejadian, termasuk pengamanan bangunan yang sekiranya membahayakan di sekitaran kawasan musium.
Kepala Disbudparekraf Jateng, Hanung Triyono, mengatakan lokasi kejadian berada di area pelataran umum. Sehingga dapat diakses siapa saja dan berada di luar pengawasan langsung museum.
“Maka ke depannya akan dilakukan pengamanan bangunan yang sekiranya membahayakan di lokasi di luar pengawasan museum dan akan dilakukan proteksi asuransi untuk pengunjung museum,” kata Hanung kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).
Hanung menyatakan, evaluasi keselamatan sebenarnya sudah diterapkan di area dalam museum. Namun, pihaknya kini akan memfokuskan perhatian pada area luar museum yang dinilai masih perlu pembenahan.
“Kalau di dalam museum sudah terkondisi untuk keselamatan. Luar museum, coba kita lihat lokasi-lokasi mana saja yang perlu dilakukan pembenahan untuk keselamatan dan rambu-rambu peringatan,” katanya.
Selain evaluasi fasilitas, Disbudparekraf Jateng juga memberikan perhatian kepada keluarga korban. Pihaknya bersama jajaran dinas terkait, sudah mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan tali asih kepada keluarga korban.
“Teman-teman sudah ke rumah korban, sudah diberi tali asih dan ucapan bela sungkawa,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang anak kelas 2 SD berinisial A, meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (12/5/2026). Korban yang merupakan warga Kabupaten Semarang itu, merupakan wisatawan yang berkunjung bersama neneknya.
Kejadian bermula saat korban bersama neneknya mengikuti kegiatan bus wisata gratis Kota Semarang. Wisata ini, merupakan agenda salah satu Paud di Bergas yang menjadi tempat neneknya mengajar.
Seusai kejadian, pegawai museum yang mengetahui adanya keramaian langsung mendatangi lokasi untuk memberikan pertolongan. Saat ditemukan, korban disebut masih dalam kondisi sadar.
Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, keesokan harinya pihak museum mendapat kabar bahwa korban meninggal dunia saat menjalani perawatan pada Selasa (12/5/2026).

Leave a Reply